Jumlah Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia Tahun 2020

Jumlah Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia Tahun 2020

Jumlah Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia Tahun 2020

Sebelum membaca artikel tentang jumlah penerimaan mahasiswa baru Universitas Indonesia ( UI ) tahun 2020 ini, kamu sudah tahu belum ya ?

Ternyata kuota penerimaan mahasiswa baru di SNMPTN itu cuma 20% ( maksimal lho )

Jadi, buat kamu yang ingin masuk PTN lewat jalur ini, namun sudah terlanjur nilai rapornya kurang maksimal, baiknya segera persiapan SBMPTN juga Ujian Mandiri dari sekarang. Karena, kedua jalur ini lebih besar kuotanya.

Dalam artikel ini, SALMAN berikan contoh dari Universitas Indonesia ya

 

SALMAN ONLINE

Les Darimana Saja Lewat Hape atau Laptop

Tidak habis waktu. Tidak capek bepergian. Tutor terbaik lulusan UI, ITB, Unpad, UNJ, dan UPI kami siap dampingi kamu belajar langsung dari Bandung dan Jakarta

Universitas Indonesia memiliki beberapa jalur penerimaan mahasiswa : SNMPTN, SBMPTN, Simak UI, dan PPKB Talent Scouting.

Untuk Simak UI pun dibagi jadi Simak UI S1 Reguler, S1 Paralel, S1 Kelas Internasional ( KI ), dan S1 Vokasi.

Kuota yang diberikan UI untuk tiap jalur adalah 20% lewat SNMPTN ( gausah terkejut ya. Hehe), 30% lewat SBMPTN dan 50% lewat SIMAK UI dan PPKB

Bagaimana dengan jumlah mahasiswa baru yang diterima ?

Dari SNMPTN, UI menerima 1.106 mahasiswa dari pendaftar sebanyak 17.356 orang.

Di kelompok Soshum, yang paling banyak pendaftarnya adalah Ilmu Hukum, Psikologi dan Akuntansi. Sedangkan di kelompok Saintek adalah pendidikan dokter, sistem informasi dan ilmu komputer.

Lewat SBMPTN, UI menerima 1.678 mahasiswa dari pendaftar sebanyak 54.897 orang.

Di kelompok Soshum, pendaftar terbanyak ada di jurusan ilmu hukum yaitu 33.570 orang sedangkan di kelompok Saintek, pendaftar terbanyak ada di jurusan kedokteran sebanyak 21.327 orang.

SALMAN Homecoming

Kamu Belajar Dirumah, Kami bimbing Sampai Kuliah

Tutor terbaik datang kerumah untuk membimbing kamu kuliah ke PTN dan Kedinasan impian. Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Bandar Lampung, Batam dan Medan

Dari jalur PPKB ( Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar ) – Talentscouting, UI menerima 1.636 mahasiswa baru.

Jumlah tersebut terdiri atas 739 calon mahasiswa program Vokasi, 640 calon mahasiswa program Sarjana Kelas Paralel, dan 257 calon mahasiswa program Sarjana Kelas Internasional.

Buat kamu yang belum tahu, PPKB/Talentscouting ini merupakan seleksi masuk tanpa ujian tulis. Tapi, hanya sekolah yang diundang yang dapat mendaftarkan siswa melalui jalur PPKB/Talentscouting. Lihat info mengenai PPKB disini ya

Kemudian dari Simak UI, 3.934 calon mahasiswa baru diterima.

Jumlah itu terdiri dari 533 peserta dari Vokasi (D3), 2.754 peserta S1 Reguler, dan 647 peserta S1 Paralel. Mereka terseleksi dari 64.250 peserta ujian SIMAK UI 2020 untuk program D3 dan S1 tahun 2020.

Program StudiSNMPTN  SBMPTN  SIMAK  Kelompok Ujian
Pendaftar 2019Keketatan 2019Daya Tampung 2020Pendaftar 2019Keketatan 2019Daya Tampung 2020Pendaftar 2019Keketatan 2019Daya Tampung 2020
Pendidikan Dokter9655,60%368528,45%5458751,12%90IPA
Pendidikan Dokter Gigi29812,08%2436613,11%3632031,44%60IPA
Matematika20310,34%1416417,07%2112282,12%35IPA
Biologi14420,83%2023017,39%3017262,20%50IPA
Geografi14121,28%2029513,90%3010843,51%50IPA
Fisika12524,00%2028913,84%3011463,32%50IPA
Kimia15719,11%2029113,75%3016632,35%50IPA
Statistika2258,00%1216314,72%1812321,79%30IPA
Ilmu Aktuaria3404,41%1217811,24%1811061,81%30IPA
Geofisika9721,65%1215817,72%187753,74%30IPA
Geologi8425,00%122869,79%1811942,35%30IPA
Teknik Sipil25310,67%1826613,53%2721661,52%45IPA
Teknik Mesin14316,78%1617518,29%2414212,11%40IPA
Teknik Elektro14121,28%2421118,96%3614592,74%60IPA
Teknik Metalurgi dan Material16416,46%1817620,45%2714732,38%45IPA
Arsitektur2477,29%123207,50%1815331,50%30IPA
Teknik Kimia20713,04%1818519,46%2717701,86%45IPA
Teknik Industri33310,81%2030815,58%3034501,30%50IPA
Teknik Lingkungan18111,60%1416716,77%2116871,66%35IPA
Teknik Perkapalan7125,35%1213517,78%187093,10%30IPA
Teknik Komputer14117,02%1625512,94%2414262,03%40IPA
Arsitektur Interior1798,38%102588,14%1510691,68%25IPA
Teknologi Bioproses11715,38%1220212,38%1810352,13%30IPA
Teknik Biomedik1677,19%812812,50%1210441,63%20IPA
Ilmu Hukum80015,75%60127613,09%9063022,30%150IPS
Ilmu Ekonomi18915,87%2431012,90%3619351,86%60IPS
Manajemen61510,24%3678610,69%5457331,31%90IPS
Akuntansi6718,79%4060912,97%6029702,29%100IPS
Ilmu Ekonomi Islam10911,01%101779,04%158891,69%25IPS
Bisnis Islam12110,74%102238,07%159991,60%25IPS
Arkeologi8421,43%1523410,68%236883,34%36IPS
Ilmu Filsafat7922,78%152859,82%237893,42%36IPS
Ilmu Sejarah8620,93%1524310,29%237772,83%36IPS
Ilmu Perpustakaan1989,09%112978,42%1711481,92%26IPS
Sastra Arab1838,20%93096,80%146532,76%22IPS
Sastra Indonesia11815,25%1518512,97%239322,58%36IPS
Sastra Daerah untuk Sastra Jawa3938,46%1319911,06%193816,30%31IPS
Sastra Cina10514,29%92857,37%144813,74%22IPS
Sastra Jepang1629,26%92268,85%147812,56%22IPS
Sastra Inggris2316,49%92926,85%1415211,18%22IPS
Sastra Perancis7414,86%813111,45%115032,39%17IPS
Sastra Jerman10015,00%919310,36%146393,13%22IPS
Sastra Rusia7520,00%1316512,73%193825,24%31IPS
Sastra Belanda6822,06%92737,33%145173,87%22IPS
Bahasa dan Kebudayaan Korea2394,60%83514,27%117861,53%17IPS
Psikologi6818,81%368939,07%5451521,42%90IPS
Ilmu Politik13411,94%1827616,67%2719241,72%45IPS
Sosiologi19710,15%1632810,98%2419461,49%40IPS
Kriminologi3704,86%185267,79%2721101,52%45IPS
Ilmu Kesejahteraan Sosial2337,73%1628613,29%2423071,39%40IPS
Ilmu Hubungan Internasional4683,63%124365,05%1828670,73%30IPS
Ilmu Komunikasi5225,75%166516,14%2442630,89%40IPS
Antropologi Sosial14412,50%123117,72%1814941,54%30IPS
Kesehatan Masyarakat40111,22%3041914,32%4542181,33%75IPA
Gizi2596,95%122798,60%1819431,39%30IPA
Keselamatan dan Kesehatan Kerja1519,93%102099,57%1510741,86%25IPA
Kesehatan Lingkungan10514,29%1012615,87%157802,31%25IPA
Ilmu Komputer39011,54%306349,46%4524492,33%75IPA
Sistem Informasi35612,64%3055211,05%4530281,78%75IPA
Ilmu Keperawatan25514,12%3033514,33%4510714,48%75IPA
Farmasi32811,89%1639013,33%2426731,80%40IPA
Ilmu Administrasi Fiskal2319,09%1320113,93%2013152,05%33IPS
Ilmu Administrasi Negara2388,82%1423511,91%2117111,58%35IPS
Ilmu Administrasi Niaga2159,77%1925610,94%2919021,47%48IPS

EARLY BIRD

Daftar CAMP Lebih Awal. Dapat DISKON 3 Juta

Pastikan kamu mendaftar pada program early bird untuk mendapatkan harga lebih murah

Early bird berakhir dalam
00 hari 00 jam 00 menit 00 detik

Periode Early Bird

Masukkan data yang diperlukan untuk mengklaim diskon program SALMAN Camp

Membaca data – data yang disajikan ini, bagaimana sikap kamu sebagai calon mahasiswa Universitas Indonesia tahun 2021 nih ?

Tidak usah berkecil hati terkait kecilnya kuota dari SNMPTN. Itu tidak hanya terjadi di UI, tapi berlaku secara nasional. Alasannya macam – macam sih kenapa jalur ini semakin kecil kuotanya.

Tapi, apapun jalur pilihan kamu, selama kamu mempersiapkan diri dengan disiplin, Insya Allah kamu bisa berkuliah di kampus dan jurusan impian.

Apakah di Universitas Indonesia, atau mana saja tempat impian mu kamu arahkan.

Semangat !

Bersama SALMAN

Sukses Jadi Mahasiswa/i di PTN Impian Kamu !

Online atau offline. Kami siap. Pilih program sesuai kebutuhan dan cara belajar kamu. Sampai bertemu di kelas.

20 Jurusan Paling Ketat Di SNMPTN 2019

20 Jurusan Paling Ketat Di SNMPTN 2019

jurusan paling ketat snmptn 2019

Di SNMPTN 2019, Dari 478.608 pendaftar ada 92.331 siswa dari seluruh Indonesia  berhasil diterima di 85 perguruan tinggi negeri (PTN).

Walaupun jumlah PTN nya cukup banyak, sebenarnya ada beberapa jurusan yang lebih diminati dibandingkan jurusan lain. Sehingga tentu saja kompetisinya lebih ketat

Datanya disajikan dalam bentuk persentase, misal persentase 2% , berarti dari 100 orang berhasil diterima 2 di jurusan tersebut.

Berdasar data dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), berikut 10 jurusan atau program studi dari Sosial Humaniora (Soshum) dan rumpun Sains Teknologi (Saintek) yang paling ketat di SNMPTN 2019
 
SOSHUM
  1. Manajemen (Universitas Negeri Jakarta) : 0, 71 persen
  2. Ilmu Komunikasi (Universitas Negeri Jakarta) : 1,16 persen
  3. Akuntansi (Universitas Negeri Jakarta) : 1,17 persen
  4. Manajemen (Universitas Padjadjaran) : 1,30 persen
  5. PGSD (Universitas Sriwijaya) : 1,32 persen
  6. Sastra Inggris (Universitas Negeri Jakarta) : 1,55 persen
  7. Pariwisata (Universitas Gadjah Mada) : 1,77 persen
  8. Manajemen (Universitas Negeri Yogyakarta) : 1,90 persen
  9. Ilmu Hubungan Internasional (Universitas Gadjah Mada) : 1,91 persen
  10. Pendidikan Agama Islam (Universitas Negeri Jakarta) : 1,92 persen 
SAINTEK
  1. Teknik Informatika (Universitas Padjadjaran) : 1,39 persen
  2. Teknik Informatika (Universitas Hasanudin) : 1,71 persen
  3. Farmasi (Universitas Jenderal Soedirman) : 1,77 persen
  4. Pendidikan Dokter Gigi (Universitas Jenderal Soedirman) : 1,80 persen
  5. Farmasi (Universitas Padjadjaran) : 1,80 persen
  6. Farmasi (Universitas Syiah Kuala) : 1,81 persen
  7. Kedokteran Gigi (Universitas Diponegoro) : 1,82 persen
  8. Psikologi (Universitas Padjadjaran) : 1, 83 persen
  9. Ilmu Gizi (Universitas Jenderal Soedirman) : 1,86 persen
  10. Keperawatan (UPN ‘Veteran’ Jakarta) : 1,99 persen
Untuk kamu yang ingin lebih tahu tentang hasil SNMPTN 2019 lalu, silahkan cek disini yaa
10 PTN Paling Diminati Di SNMPTN 2019. Ga Ada UI & ITB ?

10 PTN Paling Diminati Di SNMPTN 2019. Ga Ada UI & ITB ?

header blog 10 ptn paling diminati di snmptn 2019

Sudah daftar SNMPTN 2020 nya ?

Salah satu kabar dari SNMPTN tahun ini adalah adanya ratusan ribu pelajar yang ga melanjutkan proses pendaftaran.

Tentu banyak faktor yang menyebabkan orang gajadi daftar SNMPTN, salahsatunya karena mereka merasa lebih baik mempersiapkan SBMPTN

Jadi ini nambahin kompetisi di SBMPTN nih. Hehe

Btw, karena proses pendaftaran SNMPTN 2020 sudah selesai, kami kayaknya perlu banged nih buat ngerilis daftar ini

PTN mana ya yang di SNMPTN 2019 paling diminati ?

Kami telah susun daftarnya 1-10, dan jawaban dari judul blog ini iya. Di 10 besar ga ada UI & ITB

Nah lho, terus PTN mana aja dong ?

10 PTN Paling Diminati Di SNMPTN 2019

1. Universitas Brawijaya. Dari 32.485 peminat, UB menerima 3957 mahasiswa dari SNMPTN

2. Universitas Padjadjaran. Dari 29.531 peminat, Unpad menerima 1517 mahasiswa

3. Universitas Diponegoro. Dari 27.633 peminat, Undip menerima 2146 mahasiswa

4. Universitas Sebelas Maret. Dari 24.976 peminat, UNS menerima 2027 mahasiswa

5. Universitas Gadjah Mada. 24.887 peminat, UGM menerima 1728 mahasiswa

6. Universitas Negeri Semarang. Dari 23.886 peminat, Unnes menerima 2115 mahasiswa dari SNMPTN

7. Universitas Sumatera Utara. Dari 22.496 peminat, USU menerima 2508 mahasiswa

8. Universitas Pendidikan Indonesia. Dari 21.704 peminat, UPI menerima 2493 mahasiswa

9. Universitas Negeri Yogyakarta. Dari 20.558 peminat, kuota 1488 mahasiswa

10. Universitas Hasanuddin. 18.997 peminat, Unhas menerima 1508 mahasiswa

 

Kesimpulan

Walau paling diminati, ternyata rasio jumlah yang benar – benar masuk di SNMPTN itu gak mesti tinggi ya. Misal, di Unpad, Dari 29.531 peminat, yang akhirnya diterima 1517 mahasiswa
 
 Kenapa ya ?? Padahal kalau sudah diterima SNMPTN kan tidak bisa daftar ke UTBK & SBMPTN ?

Update terus kabar mu

Kami rutin mengirimkan info soal info masuk PTN, beasiswa dan berbagai tips lho

Dapatkan Info Rutin & Eksklusif

Tentang jalur masuk PTN, Beasiswa dan tips bermanfaaat

Powered by Kirim.Email

Kelulusan Di SNMPTN 2019 Harus Diambil

Kelulusan Di SNMPTN 2019 Harus Diambil

kelulusan SNMPTN 2019

Saya juga bingung kalau sampai sekarang kok bisa – bisanya masih ada pertanyaan

Boleh ga sih kalau sudah lulus SNMPTN terus ikut SBMPTN atau Ujian Mandiri ?

Nah, sebenarnya sudah dari lama banged pertanyaan ini muncul dan sudah ada jawabannya :

GAK BOLEH !

Pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2019 harus mempertimbangkan matang pilihan jurusan kuliahnya di perguruan tinggi negeri. Peserta, yang lolos seleksi namun tidak diambil, akan mendapat sanksi. Hukuman ini juga dijatuhkan pada sekolah asalnya.

Selain itu, sekolah yang terbukti melakukan kecurangan tidak diikutsertakan dalam SNMPTN pada tahun berikutnya. Siswa yang dinyatakan lulus SNMPTN dan terbukti melakukan kecurangan pun akan dibatalkan status kelulusannya.

Kecurangan yang kayak gimana misalnya ?

Yah, manipulasi nilai raport dan KKM lah. Apalagi

 

Dalam pernyataan tertulisnya, Ketua LTMPT Ravik Karsidi menyebutkan jumlah siswa yang berhak mendaftar SNMPTN 2019 sebanyak 613.860 orang dari 14.744 sekolah.

Siswa pendaftar dapat memilih paling banyak dua program studi dalam satu PTN atau dua PTN. 

Urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan. Bagi siswa SMK hanya diizinkan memilih program studi yang relevan sesuai ketentuan oleh masing-masing PTN.

Aturan masuk perguruan tinggi negeri, hanya peserta yang tidak lolos SNMPTN bisa ikut ujian tertulis SBMPTN. Kemudian terakhir bisa ikut jalur seleksi mandiri.

Namun jika sudah lolos SNMPTN atau SBMPTN, peserta dilarang ikut Seleksi Mandiri meski dengan berbagai alasan, seperti misalnya ikut lagi karena tidak sreg dengan pilihannya.

“Kalau mau nekad mendaftar seleksi mandiri boleh saja, tapi tidak akan diseleksi karena data peserta lulus SNMPTN atau SBMPTN sudah kami pegang,”

seperti yang dibilang Direktur Eksekutif Pengelolaan Penerimaan Mahasiswa dan Kerjasama Pendidikan ITB Mindriany Syafila.

Makin Kecilnya Peluang Kelas 12 Lulus SNMPTN 2019

Makin Kecilnya Peluang Kelas 12 Lulus SNMPTN 2019

Awalnya hari ini sih kami mau nulis sesuatu yang nyenengin

Eh dapat kabar yang ga nyenengin tentang SNMPTN.

Intinya sih, peluang lolos di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lewat SNMPTN 2019 makin sempit.

Begini yang beda banged tahun ini : Akreditasi sekolah A saja hanya untuk 40 PERSEN siswa terbaik di sekolah.

Padahal pada 2018 masih 50 persen. Selisih 10 persen itu lumayan banged lho.

Kalau jumlah siswanya ada 500 seangkatan, berarti 10 persen itu ada 50 ORANG yang ga dapat kuota SNMPTN

Otomatis bagi sekolah akreditasi di bawahnya juga makin sedikit dong

Bagi sekolah akreditasi B hanya 25 persen terbaik di sekolah, sedangkan sekolah akreditasi C hanya lima persen terbaik di sekolah.

Mulai 4 sampai 25 Januari 2019 adalah waktu pengisian dan verifikasi PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa) untuk SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Tentu kamu sudah tahu kalau sistem SNMPTN ini dilaksanakan berdasarkan rapor siswa mulai semester 1 sampai 5. SNMPTN terbuka bagi siswa SMA, SMK dan MA.

Setelah masa pengisian dan verifikasi PDSS, dilanjukan dengan pendaftaran SNMPTN pada 4-14 Februari 2019.

Sedang pengumumannya pada 23 Maret 2019.

Pemeringkatan siswa akan dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) berdasarkan nilai masuk.

Untuk siswa jurusan IPA pada penilaian mata pelajaran (mapel)

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Kimia
  • Fisika
  • dan Biologi.

Sedangkan jurusan IPS pada penilaian mapel

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Sosiologi
  • Ekonomi
  • dan Geografi.

Lalu jurusan Bahasa pada penilaian mapel

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Sastra Indonesia
  • Antropologi
  • dan salah satu bahasa asing lainnya.

Sedangkan untuk siswa SMK pada mapel

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • serta Kompetensi Keahlian (teori kejuruan dan praktik kejuruan).