2 Fakta Utama di Pengumuman SNMPTN 2017

2 Fakta Utama di Pengumuman SNMPTN 2017

Kalau nulis tentang pengumuman SNMPTN 2017 tuh enak ga enak. Enak nya kan Salman pengen ya nyampein info ke kamu dan teman – teman. Tapi, ga enak juga kalau kamu salah satu yang belum beruntung…

Apapun itu, seandainya kamu gak lulus SNMPTN, jangan berkecil hati ya. Kenapa ? Soalnya percuma.

Kalau kamu berkecil hati, apalagi sampai ngedown dan malas belajar, wah parah banged. Soalnya, mau ngedown pun kamu sebenarnya masih punya setidaknya dua kesempatan lagi. Kamu masih bisa jadi mahasiswa di kampus dan jurusan impian kamu lewat SBMPTN dan ujian mandiri.

Ngomong – ngomong soal pengumuman SNMPTN tahun 2017 ini, kamu sudah tahu belum 2 fakta di bawah ini ?

 

1. Jumlah pendaftarnya menurun

Iya lho. Ternyata pendaftar SNMPTN tahun ini menurun. Pada 2015, jumlah pendaftar sebanyak 852.093 orang. Tahun 2016, jumlah pendaftar 645.202 orang dan tahun ini 517.116 orang.

Nah, di pengumuman SNMPTN 2017 ini, dari 893.323 siswa SMA di seluruh Indonesia yang mengikuti SNMPTN, hanya 101.906 yang lolos seleksi.

Kenapa ya kira – kira pesertanya turun ?

Kalau menurut Salman sih ya, adek kelas dari pelajar yang lolos SNMPTN sebelumnya itu belum tentu termotivasi lho. Bisa jadi mereka malah jiper duluan ngeliat kakak kelasnya diterima di jurusan A atau B.

Yang kedua, bisa jadi para peserta tahun ini sudah mengetahui info kalau kuota SNMPTN kan diturunkan ya. Malah, bisa jadi akan diturunkan lagi di tahun – tahun mendatang.

Yang Salman tahu, ada dua alasan dari pengurangan kuota SNMPTN tersebut antara lain :

1. Nilai originalitas nilai rapot diragukan

Ini sudah bukan rahasia lagi ya ? Katanya sih, nilai rapot di sekolah itu banyak disesuaikan untuk kepentingan SNMPTN sekolah yang bersangkutan. Kalau menurut kamu gimana ?

2. Prestasi mahasiswa dari SNMPTN kurang baik secara umum

Ada pendapat dari seorang ahli bahwa mahasiswa yang diterima dari SNMPTN, prestasinya relatif kalah dari mahasiswa jalur SBMPTN. Apa karena anak SNMPTN kelamaan libur menunggu waktu masuk kuliah ya ?

Namun, kalau menurut Intan Ahmad dari Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti, penurunan tersebut merupakan dampak dari persyaratan akreditasi sekolah.

“Memang ada perubahan penerimaan. Untuk sekolah dengan akreditasi A, dari 75 persen jadi 50 persen. Akreditasi B, dari 50 jadi 30 persen dan akreditasi C itu 10 persen”

Klik untuk mendownload

 

2. Universitas Padjadjaran masih paling dicintai

Fakta selanjutnya dari pengumuman SNMPTN 2017 berkaitan dengan kampus Universitas Padjadjaran.

Dari tahun ke tahun, Unpad menjadi kampus paling diminati oleh pelajar di SNMPTN. Nah, ternyata tahun ini juga lho.

Tahun ini, Universitas Padjadjaran berada di urutan pertama dari jumlah peminat dengan jumlah pendaftar 39.388 orang.

Di pengumuman SNMPTN 2017, Berdasarkan data yang diperoleh dari Kemenristek Dikti, urutan selanjutnya adalah

  • Universitas Brawijaya dengan jumlah pendaftar 33.950
  • Universitas Diponegoro 32.085 peserta
  • Universitas Sumatera Utara 31.940 peserta
  • Universitas Gadjah Mada 31.814 peserta
  • Universitas Sebelas Maret 29.473 peserta
  • Universitas Negeri Semarang 28.864 peserta
  • Universitas Pendidikan Indonesia 26.990 peserta
  • Universitas Hasanuddin 25.031 peserta
  • Universitas Negeri Yogyakarta 23.838 peserta
Porgram intensif SBMPTN Salman Edukasi
Klik gambar untuk melihat informasi program

 

Pada pengumuman SNMPTN 2017 kemarin, Unpad meloloskan 2.369 peserta atau sekira 6,08% dari total pendaftar.

Ngomong-ngmomong, jurusan apa sih yang paling diminati di Unpad ? Ah, kamu mah sudah bisa nebak. Paling FK ? Hehe

Bener banged. Program studi Kedokteran menjadi prodi dengan jumlah peminat tertinggi, yaitu 3.769 orang. Setelah kedokteran ada

  • manajemen dengan 3.194 peminat
  • farmasi dengan 3.128 peminat
  • ilmu komunikasi sebanyak 2.786 peminat
  • Akuntansi 2.690 peminat
  • psikologi 2.626 peminat
  • ilmu keperawatan 2.468 peminat
  • ilmu hukum 2.221 peminat
  • teknik informatika 2.022 peminat

Eh, kamu penasaran ga sih ? Apakah karena Unpad jadi kampus paling diminati di SNMPTN, terus pelajar Jawa Barat yang paling banyak lulus di pengumuman SNMPTN 2017 ?

[bctt tweet=”Ternyata ngga lho, malahan Jawa Timur provinsi dengan jumlah kelulusan pelajar di SNMPTN terbanyak” username=”salmanedukasi”]

Secara lengkap urutannya adalah

  1. Jawa Timur
  2. Jawa Barat
  3. Jawa Tengah
  4. Sumatera Utara
  5. Aceh
  6. Sulawesi Selatan
  7. DKI Jakarta
  8. Sumatera Barat
  9. Sulawesi Tenggara
  10. Riau

Sayangnya Salman belum dapat data jumlah lulusannya nih. Nanti kami update artikel ini yaa.

 

Apa yang tersisa dari pengumuman SNMPTN 2017 ?

Pengumuman SNMPTN 2017 memberikan kabar gembira bagi sebagian peserta, dan menyisakan kegundahan di sebagian yang lain. Untuk mereka yang masih ga bisa move on, Salman cuma ngingetin, nanti kamu nyesel.

Tidak berapa lama dari pengumuman SNMPTN 2017, akan ada ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017. Dihitung – hitung, kamu cuma punya waktu sekitar 2 minggu untuk melakukan persiapan.

Lah, kalau gundah terus, kapan belajarnya ? Nanti pas menghadapi SBMPTN, gagal lagi, gundah lagi. Gitu terus aja sampai UI pindah ke Palangkaraya, calon ibukota baru.

Daripada begitu, Salman menyarankan kamu beberapa hal berikut :

  1. Move on dan segera berbenah diri
  2. Lihat dan ingat target hidup kamu tahun ini, mau kuliah dimana ?
  3. Ambil buku – buku latihan soal SBMPTN kamu, segera latihan soal
  4. Buat manajemen waktu yang baik antara latihan soal, ikut try out, dan istirahat
  5. Ikuti les privat atau program bimbel intensif SBMPTN kalau perlu
  6. Milikilah komitmen untuk menjalani rencana – rencana yang kamu susun ini. Setidaknya persiapkan juga rencana untuk ujian mandiri

Baca informasi mengenai SBMPTN di artikel Salman sebelumnya ini ya

Mengenai ujian mandiri, beberapa kampus sudah melakukan pengumuman. Antara lain :

Silahkan berkunjung ke website – website tersebut untuk melihat informasi ujian mandiri masing – masing kampus ya.

Tahun ini, pengumuman SNMPTN 2017 telah dilakukan. Apa yang terjadi pada tahun ini tentu dapat menjadi motivasi para pelajar kelas 10 dan 11 untuk terus berprestasi. Agar keinginan mereka kuliah di kampus dan jurusan impian dapat terwujud.

Semoga tahun depan SNMPTN makin baik lagi. Walau sayangnya, kuota dan pesertanya terus menurun… Dan, apakah tahun depan Unpad masih menjadi yang paling dicintai ?

Layak kita tunggu 🙂

Jangan lupa sebarkan artikel ini ke teman – teman kamu ya

 

 

Penting Ga Sih Kamu Tahu Sejarah SBMPTN ?

Penting Ga Sih Kamu Tahu Sejarah SBMPTN ?

Iya. Penting ga sih ? Masa kita harus tahu sejarah SBMPTN juga ?

Jadi, sebelum bernama Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dia pernah pakai beberapa nama lho. Misalnya, sebelum SBMPTN, jalur ujian tulis ini namanya SNMPTN.

Hah ? SNMPTN ? Jalur undangan itu ?

Iya, jadi SBMPTN alias ujian tulis itu sebelumnya bernama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sebelum akhirnya ada pemisahan karena SNMPTN menjadi jalur undangan dengan seleksi nilai rapot.

Seperti yang kamu ketahui, akhirnya SNMPTN jadi jalur penerimaan dengan mekanisme seleksi nilai rapot semester 1 – 5 SMA atau sederajat. Dan SBMPTN jadi jalur utama penerimaan mahasiswa karena kuotanya yang lebih banyak.

Sebelum SNMPTN, apa dong nama dari SBMPTN ?

Balik jauh ke belakang sebentar yuk agar pengenalan kita tentang sejarah SBMPTN lengkap. Kita balik ke zaman mama – papa kamu dulu.

Jadi, awal mula banged, cuma ada lima perguruan tinggi negeri yang diikutkan seleksi nasional. Kelima kampus tersebut dapat dipilih pada ujian yang awalnya disebut SKALU (Sekretariat Kerja sama antar Lima Universitas). SKALU diadain tahun 1976.

Perguruan tinggi negeri (PTN) yang terlibat dalam program rintisan itu adalah

  1. Universitas Indonesia di Jakarta,
  2. Institut Pertanian Bogor,
  3. Institut Teknologi Bandung,
  4. Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta,
  5. dan Universitas Airlangga di Surabaya.
Kampus UI Depok
Suasana Kampus UI Masa Kini

Pada tahun 1977, sistem SKALU diperbaiki dengan mengharuskan calon mahasiswa memilih jurusan, tidak hanya memilih kampus yang diinginkan. Atas pertimbangan jumlah PTN, standar dan lokasi, pada 1979 sistem ini dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak PTN. Kampus – kampus itu kemudian dibagi ke dalam tiga kategori.

Kategori pertama di beri nama Proyek Perintis 1 yang melibatkan 10 perguruan tinggi lebih dikenal dengan nama SKASU (Sekretariat Kerja sama Antar Sepuluh Universitas) , yaitu

  1. Universitas Indonesia di Jakarta,
  2. Institut Pertanian Bogor,
  3. Institut Teknologi Bandung,
  4. Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta,
  5. Universitas Airlangga di Surabaya,
  6. Universitas Padjadjaran di Bandung,
  7. Universitas Diponegoro Semarang,
  8. Universitas Brawijaya Malang,
  9. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya,
  10. dan Universitas Sumatera Utara di Medan.

Dalam sistem ini, mahasiswa diizinkan memilih tiga program studi di tiga perguruan tinggi.

Wah. Ternyata sejarah SBMPTN begitu ya. Terus, kapan jadi SBMPTN nya ?

Sabar ya. Cerita sejarah SBMPTN masih berlanjut nih.

Setelah Perintis 1, tiga kampus yaitu IPB, UI, ITB, dan UGM menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian yang dikenal dengan nama Proyek Perintis 2.

Sementara itu, 23 perguruan tinggi negeri lainnya mengembangkan sistem yang mirip Proyek Perintis 1 dengan nama Proyek Perintis 3.

Mau Kuliah Dimana ?

Nah, pada saat yang sama, 10 IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) mengembangkan sistem penerimaan dengan nama Proyek Perintis 4. IKIP Jakarta mungkin sekarang kamu kenal dengan nama Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Tahun 1983, Depdikbud memutuskan mengadopsi sistem Proyek Perintis 1 dan 2 secara nasional dan menghapus Proyek Perintis 3 dan 4.

Sistem baru ini melibatkan semua perguruan tinggi negeri dan dikenal sebagai Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), sedangkan sistem penerimaan tanpa ujian dikenal dengan nama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Tuh, jadi memang sudah cukup lama penerimaan calon mahasiswa tanpa ujian itu ya.

Tahun 1989, PMDK dihapus dan Sipenmaru berubah menjadi Ujian Masuk Pergutuan Tinggi Negeri.

Ternyata sejarahnya ribet juga ya …. ?

Selain sejarahnya yang ribet, sistem penerimaan seperti ini konon juga menyebabkan bisnis bimbel menjamur lho.

Sistem penerimaan mahasiswa baru UMPTN bertahan hingga 2001, menyusul keluarnya SK Mendiknas No 173/U/2001 dan berubah nama menjadi SPMB. SPMB sendiri adalah singkatan dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru.

Pada tahun 2002-2007, selain perubahan nama UMPTN menjadi SPMB pada tahun ini juga muncul lah jalur ujian mandiri antara lain USM ITB, UM UGM.
Pada tahun 2008-2010, SPMB berubah menjadi SNMPTN dan mekanismenya dikelola oleh kemendikbud/kemendiknas bukan oleh Perhimpunan SPMB seperti sebelumnya. Nah, uniknya masih ada penerimaan UM dan PMDK sebelum SNMPTN.
SPMB pun sebenarnya masih ada lho. Dia jadi semacam jalur masuk untuk beberapa kampus swasta. Sebelumnya malah pernah ada jalur Ujian Masuk Bersama (UMB)
Klik untuk mendownload
Baru lah pada tahun sebelumnya, yaitu 2011, SBMPTN menjadi jalur ujian tertulis, sedangkan SNMPTN jadi jalur seleksi undangan dengan nilai rapot.
Sejarah SBMPTN, berkembang dinamis sesuai sesuai dengan kebutuhan dan kondisi zaman. Sekarang malah ada perubahan lagi kan. Kuota SBMPTN malah banyak bertambah di sebagian kampus. Antara lain sih katanya karena kualitas mahasiswa dari jalur SNMPTN itu kurang baik dibandingkan SBMPTN.
Ada yang bilang sih, karena calon mahasiswa yang gagal di SNMPTN, biasanya belajar lebih keras dan gigih di SBMPTN.
Kalau menurut kamu gimana ? Apa benar begitu ? Apa malah nanti SBMPTN jadi satu – satunya jalur masuk ?
Silahkan berbagi pendapat di komentar ya. Jangan lupa menyebarkan artikel ini di socmed kamu ya.
( Sumber informasi : Jakarta Kita )
Bimbel Salman adalah salah satu properti dari PT. SALMAN TEMAN BELAJAR