Alur Pendaftaran SNMPTN dan Kuotanya Bisa Kamu Ketahui Disini

Alur Pendaftaran SNMPTN dan Kuotanya Bisa Kamu Ketahui Disini

pendaftaran dan kuota snmptn 2020

Tahun 2020, kamu bisa menjadi mahasiswa di PTN melalui 3 tahapan : SNMPTN, UTBK, SBMPTN ( juga ada ujian mandiri dan sekolah kedinasan ya

Nah, pada tahun ini, terdapat aturan baru antara lain pendaftaran yang menetapkan sistem SSO, Single Sign On. Jadi, pendaftaran untuk ketiga jalur tersebut terhubung sejak kamu mendaftar di SNMPTN

Salah satu konsekuensi dari aturan itu adalah, jika kamu sudah lulus SNMPTN, kamu tidak akan bisa lulus dari SBMPTN. Jika kamu lulus dari SBMPTN ? Maka kamu tidak bisa lulus dar ujian mandiri.

Setiap siswa ( dan sekolahnya ! ) yang ingin mengikuti SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN wajib melakukan registrasi di laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi ( LTMPT)

Aturan tersebut juga berlaku bagi siswa lulusan tahun 2018 dan 2019 yang nantinya ingin mendaftarkan diri mengikuti SBMPTN.

LTMPT menetapkan ada beberapa syarat untuk mengikuti SNMPTN yaitu.

  1. Calon peserta berada di kelas terakhir pada pendidikan menengah yang akan lulus pada tahun berjalan
  2. Calon peserta memiliki prestasi akademik baik dan konsisten ditunjukkan dengan merupakan kuota terbaik di sekolah dan dilakukan oleh LTMPT
  3. Calon peserta masuk kuota peringkat terbaik di sekolah yang ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah.
  4. Calon peserta memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN.
  5. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN ditetapkan oleh LTMPT.

Tata Cara Pendaftaran SNMPTN

Alur Registrasi Akun Siswa

  1. Buka laman https://portal.ltmpt.ac.id/reg
  2. Pilih menu “Siswa”
  3. Masukkan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional), dan tanggal lahir,
  4. tekan tombol “Selanjutnya”
  5. Masukkan e-mail aktif dan password
  6. Klik tombol “Daftar”
  7. Buka inbox/spam e-mail untuk melakukan aktivasi akun
  8. Setelah akun aktif, kamu bisa login ke laman portal.ltmpt.ac.id. untuk melanjutkan verifikasi data diri. 20202.

Alur Registrasi Akun Sekolah

  1. Buka laman https://portal.ltmpt.ac.id/reg
  2. Pilih menu “Sekolah”
  3. Masukkan NPSN dan kode registrasi Dapodik/EMIS
  4. Masukkan nama kepala sekolah atau operator sekolah, tanggal lahir, e-mail aktif, dan password
  5. Klik tombol “Daftar”
  6. Buka inbox/spam e-mail untuk melakukan aktivasi akun
  7. Setelah akun aktif, kamu bisa login ke laman portal.ltmpt.ac.id untuk melanjutkan verifikasi data sekolah kamu.
Pendaftaran akun LTMPT sudah dapat dilakukan dilakukan sejak tanggal 2 Desember 2019 dan akan ditutup pada 7 Januari 2020 bagi pelajar yang mengikuti SNMPTN, berlaku bagi siswa lulusan tahun 2020.

Sedangkan pendaftaran akun LTMPT dilakukan pada tanggal 7 Februari 2019 – 5 April 2020 bagi siswa yang mengikuti UTBK dan SBMPTN, berlaku bagi siswa lulusan 2020, serta siswa lulusan 2018 dan 2019. 

Pengisian Data Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)

  1. Sekolah melakukan pengecekan NPSN pada laman PDSS.
  2. Sekolah mengecek dan pastikan NPSN serta data tentang sekolah sudah benar dan terverifikasi di PDSPK Kemendikbud.
  3. Kepala sekolah atau yang ditugasi kepala sekolah (biasanya guru BK) mengisikan keseluruhan data siswa kelas XII di PDSS.
  4. Pengisian Data PDSS oleh sekolah dapat dilakukan pada tanggal 13 Januari – 6 Februari 2020.
  5. Cek Data Kembali Sebelum data sekolah tercantum dengan benar, jangan melakukan simpan permanen. Jika data sudah tersimpan permanen, sekolah tetap bisa memantau status registrasi akun siswanya.
  6. Perbaikan/Update Data Sekolah dan Siswa Semua perbaikan harus dilakukan oleh operator sekolah.
  7. Perbaikan/update bisa dilakukan melalui Sistem Dapodik PDSP Kemendikbud atau Sistem EMIS (Education Management Information System) Pendis (Pendidikan Islam) Kemenag.
  8. Perbaikan dan update termasuk tentang Nomor Registrasi Sekolah yang diperoleh dari PDSP Kemendikbud atau EMIS Kemenag.

Akreditasi Sekolah dan Kuota di SNMPTN

Akreditasi Sekolah Akreditasi sekolah selesai terakreditasi setelah 31 Desember 2018 yang masih berlaku:

  1. Akreditasi A: 40 persen
  2. Akreditasi B: 25 persen
  3. Akreditasi C dan lainnya: 5 persen

Kuota SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri

Kuota daya tampung setiap daya tampung prodi yaitu
  1. SNMPTN 20 persen dari daya tampung prodi.
  2. SBMPTN 40 persen
  3. Ujian Mandiri paling banyak 30 persen
Oh iya, kalau kamu ingin informasi lebih lengkap dan resmi, semua tahapan seleksi, baik persyaratan, ketentuan pelaksanaan SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020 dapat diakses pada laman resmi LTMPT ltmpt.ac.id atau call center 08041450450
 
Call center ini mulai aktif pada Senin 18 November 2019 dan helpdesk halo.ltmpt.ac.id serta dapat menghubungi humas dari masing-masing PTN
 
Semoga bermanfaat ya

Update terus kabar mu

Kami rutin mengirimkan info soal info masuk PTN, beasiswa dan berbagai tips lho

Dapatkan Info Rutin & Eksklusif

Tentang jalur masuk PTN, Beasiswa dan tips bermanfaaat

Powered by Kirim.Email

Tidak Lulus SNMPTN Tapi Tetap Positif ? Bisa !

Tidak Lulus SNMPTN Tapi Tetap Positif ? Bisa !

tidak lulus snmptn

Setelah SNMPTN, ada yang senang karena berhasil lulus, lebih banyak yang tidak. Dan ini ( secara jujur ya ) sebenarnya wajar

Coba deh diingat lagi, kuota SNMPTN itu cuma 20% lho. Jadi, sebutlah dari 1.000 orang pendaftar, ada 200 orang berhasil dan ada 800 yang gagal. Itu pun hanya mempertimbangkan angka kasar biasa

Itu pun tanpa mempertimbangkan kuota kursi PTN, kompetisi di sekolah, hingga kompetisi di jurusan. Nah, sebenarnya jumlah yang gagal memang lebih banyak. Gak percaya ? Kamu bisa lakukan riset kecil saja diantara teman – teman mu. Coba lihat jumlah yang berhasil dan gagal.

Tidak usah terlalu bersedih…

Tahun ke tahun kuota dari jalur ini memang terus berkurang ( dikurangi ? ). Bahkan secara tegas tahun ini dinyatakan bahwa mereka yang lulus di SNMPTN tidak bisa lagi ikut jalur lain ( SBMPTN & Ujian Mandiri ). Nah, kalau kamu mau melihat dan berpikir positif, ketegasan ini sebenarnya amat baik buat para pelajar yang tidak lulus di SNMPTN

Hal ini berarti pertama : kuota SBMPTN menjadi lebih besar, begitu juga ujian mandiri. Kedua : kompetisi sudah sedikit berkurang karena ada sekitar 20% peserta yang sudah tidak ikut SBMPTN & Ujian Mandiri

Tapi, apakah betul begitu ? SBMPTN tidak terlalu ketat ?

Tahun lalu dari 860.000an peserta, hanya 19,8 % yang lulus SBMPTN. Berarti dari 5 orang peserta hanya 1 yang lulus. Nah, kan ? dari kuota mungkin lebih besar, tapi dari kompetisi ternyata sama ketatnya

Itulah yang kemudian menjadi PR buat kamu yang akan ikut SBMPTN. Jangan sekedar ikut – ikutan doang coba – coba. Kamu harus mempersiapkan diri dengan baik. Apalagi di zaman sekarang banyak kemudahan

Selain bisa belajar sendiri di rumah dengan buku latihan soal, kamu juga bisa belajar berkelompok dengan teman atau kakak kelas ( alumni ). Selain itu, makin banyak saja platform pembelajaran online yang kamu bisa akses. Belum memperhitungkan pilihan kamu bisa ikut les atau bimbel.

Di Bimbel Salman misalnya, ada 2 program yang setiap tahun menjadi pilihan untuk bimbingan masuk PTN. Yaitu Super Camp dan Super Intensif. Kedua program ini dipilih karena sistem karantinanya membuat belajar persiapan masuk PTN menjadi lebih fokus dan terarah

Di tahun ini sebenarnya peluang kamu lebih besar lho untuk kuliah di kampus dan jurusan impian

Dengan sistem SBMPTN 2019, kamu bisa iktu 2 kali ujian, dan catat nih : nilai terbaik yang kamu bisa gunakan untuk daftar SBMPTN.

Sudah gitu ya, dengan sistem penilaian dengan bobot nilai dari tingkat kesulitan soal, kamu yang belajar lebih giat dan keras tentu akan lebih diuntungkan saat bisa menjawab soal dengan tingkat kesulitan tinggi. Dengan kata lain : nilai mu akan lebih tinggi !

Belum selesai dengan keuntungan mu di SBMPTN, kamu juga punya peluang di Ujian Mandiri.

Kamu juga perlu diingatkan bahwa tidak semua ujian mandiri itu harus ujian lagi. Sudah banyak Ujian Mandiri yang hanya menggunakan nilai SBMPTN sebagai mekanisme seleksinya. Dan pilihan mu pun banyak betul lho. Tercatat UI, UGM, Undip, IPB, UNS, Unsoed, UPN, ITS, UB, Unsri, USU, Unhas, dan sebagainya punya jalur Ujian Mandiri. Baik dengan tes maupun nilai SBMPTN

Belum, “ keberuntugan “ mu belum selesai.

Setelah SNMPTN, SBMPTN dan Uijan Mandiri, kamu pun punya banyak sekali pilihan ujian sekolah kedinasan yang bisa kamu ikuti.

Ada STAN, STIS, IPDN, Sandi Negara, BMKG, dan sebagainya. Masing – masing punya ujian tersendiri dan menawarkan macam – macam program. Misal, untuk STAN langsung terhubung dengan Kementerian Keuangan dan STIS dengan Badan Pusat Statistik.

Sungguh begitu banyak kesempatan yang bisa kamu ikuti Intinya adalah : Jangan berhenti sebelum saatnya berhenti

Kapan saatnya berhenti ?

Saat kamu sudah kuliah di kampus dan jurusan impian.

Insya Allah. Aaamiin

Bimbel Salman adalah salah satu properti dari PT. SALMAN TEMAN BELAJAR